blessmyjourney

New day new life new beginning

Kita Terlahir Berbeda

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dear Diary, 3 Juni 2017 Jakarta

Saya berusaha menghindari 4 hal dalam menulis
1. Agama
2. Politik
3. Suku
4. Ras

Pahami ketika anda membaca tulisan saya, ini dari presepsi saya yang mempunyai hak bersuara. Perbedaan tidak mengharuskan anda bertentangan dengan saya, tapi lebih mengerti ada hal diluar anda yang berbeda pendapat, berbeda segala hal dengan anda. Namun setujukah bahwa kalau anda beragama, seluruh ajaran agama baik adanya, oknum manusialah yang membuatnya berbeda!

Sangat sensitif bila membahas topik ini, secara verbal saja bisa membuat perdebatan keras, menghasilkan energi pertentangan, biasanya berakhir dengan kepenatan luar biasa. Namun hari ini saya luluh, karena mata saya tidak berhenti meneteskan air mata, hati saya berdegup sangat kencang sesak penuh luapan emosi, dan kepala saya penuh, kehabisan alasan untuk tidak bersuara.

Salahkah bila saya bertanya, mengapa kita terlahir berbeda?
Mengapa ada wanita dan pria, mengapa bahkan ada yang berada ditengah-tengahnya?
Mengapa fisik, kulit kita berbeda?
Mengapa di Indonesia terdapat bahasa daerah dan makanan yang berbeda-beda?
Mengapa cara bicara tiap suku berbeda, jawa dengan kelembutannya, Sumatera dengan kelantangannya, Sunda dengan kesumehannya, Makassar dengan ketegasannya?
Dan mengapa diantara perbedaan itu kita bersatu punya satu bahasa? Bahasa Indonesia
Mengapa diantara banyak keyakinan kita bersatu ketuhanan Yang Maha Esa? Pancasila
Mengapa diantara berbagai suku kita punya persatuan Indonesia? Pancasila
Seandainya itu tidak ada di Indonesia.
Terbayangkah apa yang akan terjadi?

Seandainya kita hanya punya satu bentuk wajah, semua sama layaknya cetakan loyang kue atau mainan di pabrik
Seandainya kita hanya punya satu intonasi suara, layaknya mesin penjawab telephone
Seandainya dari sabang sampai merauke sama, seperti berada di labirinth
Seandainya seluruh makanan di Indonesia menunya sama, layaknya ke supermarket cepat saji

Terbayangkankah… dalam 7 hari dalam 1 minggu, 365 hari dalam 1 tahun dan 1 dasawarsa (10 tahun) kemanapun kita pergi seperti membawa kaca, melihat wajah yang sama, menikmati pemandangan yang sama, mengunyah makanan yang sama, berbicara mendengar suara yang sama. Bayangkan…

Saya percaya ada alasan mengapa dalam dunia yang fana ini kita terlahir berbeda. Mengapa sang Khalik memberikan perbedaan bagi semua ciptaannya. Dalam tulisan saya “I am a Person with Color” Saya dilahirkan, dibesarkan dan memilih hidup dengan penuh perbedaan, mengapa? Karena itu penuh dengan indah! Saya tidak akan mati bosan! Karena bosan bisa membunuh kita cepat atau perlahan!

Berbeda memberikan rasa, cerita dan kenangan dalam menjalani hidup, dalam melihat, dalam mendengar, dalam berucap, dalam hati maupun kepala. Berbeda itu memberikan warna dalam setiap kehidupan.

Ketika semua tercipta memang berbeda, saya berpikir
Salahkah sang Khalik menciptakan kita berbeda?
Adakah maksud sang Pencipta menempatkan kita di satu wadah yaitu dunia?
Mungkinkah kita diminta belajar oleh sang Pencipta?
Belajar menemukan keindahan diantara perbedaan
Belajar mencintai kebersamaan diantara perbedaan
Belajar saling mengisi melengkapi diantara perbedaan
Belajar mengasihi memaafkan dan memberi diantara perbedaan & kekurangan
Belajar perbedaan kita justru menambah kekuatan
Tidakkah berbeda membuat kita mudah saling mengenali?
Bukankah berbeda membuat kita lebih bernilai nilai karena tiada yang sama?
Setujukah dengan berbeda, anda, saya, kita bisa saling melengkapi?

Jika secara fisik kita bisa berbeda
Maka Berpikir berbeda dimungkinkan
Kebiasaan dan tata krama berbeda dimungkinkan
Lalu mengapa menilai sesuatu dengan cetakan yang sama
Mengapa mengharuskan sesuatu dari sudut pandang sendiri
Saya sungguh tidak mengerti.

Dimana orang bisa berteriak keadilan disaat keadilan dilindas
Berteriak atas nama mayoritas, mayoritas mana yang dimaksud?!
Berteriak atas nama agama, namun aturan agama dasarnya diputar balikkan
Berteriak atas nama sang pencipta, ini yg paling kejam karena sang pencipta tidak seperti yang diteriakkan.
Tolonglah jangan menghina daya pikir semua makhluk didunia, tolong!
Agama tidak akan pernah hina walau seluruh makhluk menghina!
Sang pencipta tidak pernah punya musuh sebanyak apapun orang menyatakan itu musuh sang Pencipta dan perang demi membelanya
Kepentingan manusialah yang berkoar-koar layaknya pahlawan kesiangan, yang mempunyai musuh
Kepentingan manusialah yang meletakkan agama seolah-olah bisa menjadi hina.
Kepetingan manusialah yang membuktikan “membunuh” secara nyata maupun akidah demi KEPENTINGAN GOLONGAN dan mengatas namakan Sang Pencipta serta Agama!

Saya sungguh tidak mengerti.
Ketika saya memeluk agama ini karena keindahan toleransinya.
Karena kebaikan dan welas asih yang diajarkan.
Karena menjawab semua pertanyaan dalam hati dan pikiran saya.
Ini adalah agama yang saya peluk, berbeda-beda dengan keluarga besar saya.

Hari ini saya menangis, selantang apapun kebohongan yang diteriakkan, mengorbankan suatu kebenaran, tidak akan mampu menghalau bau amis yang ada ditutupi bunga bermekaran.
Sekencang apapun agama diperjuangkan dengan berteriak memanggil nama sang Khalik, jika didasari untuk menghancurkan kehidupan yang lain, hanya karena mereka terlahir dan memilih untuk berbeda dari kita, maka itu tidak akan pernah menjadikan kehidupan yang baik seperti yang diagung-agungkan.

Karena mematikan kehidupan lain demi kepentingan apapun, dengan mengatasnamakan siapapun dengan menghalalkan segala cara, TIDAK PERNAH ADA DI SURAT AGAMA MANAPUN!

Warna bajumu tidak membuktikan hatimu bersih! Pelindung jubahmu tidak semerta merta menjadikan identitasmu suci!

Saya percaya, agama saya, sang pencipta saya, terlalu kuat untuk dihina, mengapa?! Karena saya, anda dan kita semua adalah SAMA, hanya CIPTAANNYA!
Jadi wahai manusia-manusia yang berkoar-koar atas nama agama, kalianlah yang seharusnya memohon perlindungan kepada sang Pencipta, berlindung kepada agama, BUKAN KEBALIKANNYA! Tolonglah jangan menghina kemampuan berpikir semua makhluk di dunia, tolong!

Kebencianmu tidak akan mematikan kepercayaan saya terhadap sang Pencipta!
Kebencianmu tidak akan mengubah iman saya bahwa sang pencipta itu menyayangi dan mencintai seluruh makhluk didunia
Kebencianmu tidak akan mematikan obor api mencintai kehidupan
Kebencianmu dengan mematikan kehidupan lain dengan alasan kehidupan abadi yang diterima di Surga adalah dusta terbesar yang pernah ada.
Karena anda tidak pernah BERTAMU KE NERAKA, MAUPUN KE SURGA, lalu kembali ke dunia! Bagaimana anda bisa menyatakan dengan MATI dan MEMBUNUH KEHIDUPAN LAINNYA anda MASUK SURGA?!? 
*anda melawak atau apa?!

Sungguh saya tidak mengerti.
Kita terlahir berbeda
Sang Pencipta membuat kita semua berbeda!
Saya sungguh tidak mengerti
Apakah anda seorang pendakwah, pendusta atau tukang sulap?!
Mengapa harus membawa nama Pencipta disaat anda menyakiti makhluk lainnya
Mengapa harus mempertontonkan riuh rendah cerita penuh tipu daya
Saya sungguh tidak mengerti.
Karena itulah saya bertanya
Apakah anda seorang pendakwah yang berdusta dengan metode tukang sulap?!

Ps: Tukang Sulap sekalipun membuat orang bahagia, sedangkan anda?!

Saya
Penulis blog yang mencintai kehidupan!

Advertisements

Love to hear your words in here....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 3, 2017 by in journal, Personal and tagged , , , , , , , , , , , .
Sableyes

Sabbles woz 'ere

chester maynes

Poetry and Poems

@ bittersweet diary

Floating thoughts, A place where my beautifully weird thoughts floating around in my mind are posted.

What does Fiya say?

Fiya says it like it is!

Gotta Find a Home

Conversations with Street People

This Labyrinth I Roam

The Great Affair Is To Keep Moving

Natalie Breuer

Natalie. Writer. Photographer. Etc.

HarsH ReaLiTy

A Good Blog is Hard to Find

In Her Words Avenue

Everybody has a story, everybody has a scream. Here are pieces of mine.

mixolydianblog

music is life, music is breath, music is us

PRAMUDIYA

photography inspired by films

Prego and the Loon

Pregnant and Dealing With Domestic Violence

cancer killing recipe

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: