blessmyjourney

New day new life new beginning

9 Keinginan Saya

Children

Ini adalah tulisan pertama saya dalam bahasa ibu

Membutuhkan waktu dan mengumpulkan keberanian yang cukup untuk menulis didalam bahasa Ibu karena saya merasa harus ditulis jauh lebih baik dibanding ketika saya menulis dengan bahasa ke-2. Sampai pada akhirnya saya menyadari, yg terbaik hanya milik yg diatas, sedang saya harus terus berusaha, maka ini tulisan pertama saya dalam bahasa ibu, bahasa asli saya.

Bosan adalah hal yang paling jarang terjadi karena saya selalu menemukan keinginan-keinginan baru, terkadang jadi terkesan saya banyak maunya dan tidak fokus. Dari semua keinginan, menulis adalah salah satu jalan keluar bagi saya disaat tidak ada tempat bercerita ataupun bertukar pikiran.

Saya membenci jalan buntu jika dihadapkan sesuatu. Sayangnya yang terjadi justru kata-kata menyakitkan ketika marah dan pukulan fisik yang dilakukan. Setelah selesai, hampir selalu saya menyesal. Sampai pada masanya, hidup mempertemukan saya dengan beberapa orang yang menjadi penasehat bagi hati dan pemikiran, dan menulis adalah solusi bagi kebuntuan saya dalam berbicara sampai pada saat ini.

Jika ditanya apa cita-cita saya, dari kecil hingga dewasa sepanjang ingatan selalu berubah. dan ternyata semangat dan tujuannya yang tidak pernah berubah. Saya selalu ingin berbagi dan membuat orang lain bahagia, seperti bahagianya hidup yang saya rasakan kini. Pada hari saya mengerti bahwa kemarahan negatif dan pukulan fisik bukanlah solusi bagi saya, sejak di SMA lah mulai membuat keinginan sederhana bagi seorang saya:

9 keinginan saya :

1. Belajar hal positif setiap hari tanpa henti sampai hembusan nafas terhenti
Belajar adalah kata kunci saya, karena disaat belajar sepaerti apapun hasilnya saya tidak akan membenci diri saya sendiri, dan ketika saya belajar mencintai kekurangan saya, saya menjadi lebih positif terhadap diri saya dan orang lain.

2. Berusaha berkata ‘tolong” disaat membutuhan, mandiri bukan berarti tidak butuh pertolongan
Lahir di keluarga yang semua setara baik pria maupun wanita, saya hanya memahami pada pemikiran bahwa semua harus bisa dilakukan sendiri. Terkadang lebih rela terluka dibanding meminta pertolongan orang lain. Maka belajar mengatakan tolong baru saya lakukan ketika beranjak dewasa.

3. Memperbaiki pribadi pemarah menjadi lebih baik dalam hal berpikir, berkata-kata & bersikap
Menjadi bulan-bulanan “bully” di sekolah dasar cukup mengajari saya banyak hal. Hingga membuat saya menggunakan kekerasan fisik sebagai solusinya. Sampai pada masanya saya bisa mengatasi kemarahan saya pada diri sendiri, mengerti bahwa saya harus berdamai dengan diri sendiri untuk dapat berdamai dengan dunia luar.

4. Menuangkan potongan cerita didalam kepala untuk dirangkai bahkan dinikmati orang lain
Terkadang ada kalanya sikap dan kata-kata verbal masih tidak bisa dimengerti semua orang. Maka menulis menjadi pilihannya. Saya belajar menulis bisa menggambarkan dan mengurai keruwetan isi kepala saya, bahkan terkadang menolong orang lain memahami saya.

5. Berbagi penglihatan kepada banyak orang
Memaparkan cerita dengan potongan gambar berupa foto adalah salah satu pengobatan saya, bentuk cinta saya pada kehidupan. Dengan hasil foto saya bisa berbagi kesenangan dengan lainnya.

6. Menyumbangkan & menghasilkan sesuatu yang positif apapun itu terutama bagi dunia anak
Dunia anak, adalah yang mengobati luka hati saya terhadap pengalaman yang menyakiti saya. Di dunia mereka saya melihat kepolosan, kedamaian dan keceriaan yang tidak berpamrih dan tidak beragenda. Berikan saya satu anak yang bermasalah, dalam hitungan waktu saya yakin bisa merebut hatinya. Bagi saya anak-anak adalah penyelamat dan guru terbaik bagi saya.

7. Bertukar cerita kehidupan dengan banyak teman dari semua kalangan
Tidak semua orang mau mendengar cerita orang yang dikanal apalagi yang tidak dikenal. Saya belajar siapapun dia dikala kita mendengar ceritanya, akan ada selalu nilai yang bisa diambil dan akan ada yang tertolong disalah satu sisinya, saya ataupun mereka. Karena meminjamkan telinga terkadang bisa meringankan beban yang dibawa.

8. Selalu mencintai hidup, apapun yang dibawa & berbagi cinta kasih dengan yang lainnya
Pada satu titik saya hampir menyerah. Dikala semua buntu dan tidak sanggup lagi bercerita.  Jika di satu detik itu salah seorang teman tidak menelpun saya, maka tidak akan pernah ada ada tulisan ini. Hari ini saya membalas perbuatan baik teman saya, dengan mencintai hidup saya, dan berbagi cinta kasih dengan sesama.

9. Belajar bersyukur atas segala hasil, walau tidak semudah menggoreng telur dalam pelaksanaannya
Disaat tantangan datang, telah berusaha maksimal namun masih terhenti pada satu masa, kecewa dan marah adalah jalannya. Sampai pada satu pengertian, disaat semua diusahakan dan belum lagi berhasil karena ada yang jauh lebih besar dipersiapkan dan lebih baik lagi bagi saya. Tidak mudah, namun kini saya percaya dan bersyukur bahwa saya diberikan hidup sampai pada saat ini dengan segala anugrahnya.

 

Salam Cinta Kasih dari saya
blessmyjourney

Love to hear your words in here....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 14, 2014 by in 2014, Journey and tagged , , , , , , , , , , , , .
Sableyes

Sabbles woz 'ere

chester maynes

Poetry and Poems

@ bitter sweet diary

Floating thoughts, A place where my beautifully weird thoughts floating around in my mind are posted.

What does Fiya say?

Fiya says it like it is!

Gotta Find a Home

Conversations with Street People

HarsH ReaLiTy

A Good Blog is Hard to Find

In Her Words Avenue

Everybody has a story, everybody has a scream. Here are pieces of mine.

Live simply, travel lightly, love passionately & don't forget to breathe

Tales From The Road ~ Told By A Woman, Traveling The World Solo. (most of the time)

mixolydianblog

music is life, music is breath, music is us

PRAMUDIYA

photography inspired by films

Prego and the Loon

Pregnant and Dealing With Domestic Violence

Broken Light: A Photography Collective

We are photographers living with or affected by mental illness; supporting each other one photograph at a time. Join our community, submit today!

cancer killing recipe

Just another WordPress.com site

%d bloggers like this: